Hipnotis di Indonesia

Hipnotis di Indonesia kian hari kian rame saja. Ada yang takut saat mendengar kata hipnotis, namun ada juga yang menawarkan secara terbuka untuk belajar hipnotis. Secara umum masyarakat di Indonesia menilai hipnotis sebagai sesuatu yang negatif memngingat dewasa ini banyak sekali korban kejahatan yang dilakukan dengan cara hipnotis. Konon korban hipnotis akan menjadi tidak bisa mengendalikan diri dan akan mengikuti apa saja yang diperintahkan oleh orang yang menghipnotis.

Di sisi lain banyak juga yang dengan berani menyampaikan bahwa hipnotis adalah suatu kebaikan. Mereka beralasan bahwa hipnotis ini bisa bermanfaat untuk kesehatan mental manusia. Para penjual hipnotis ini biasanya menyebut hipnotis dengan nama yang berbeda, misalnya self hipnosis atau hipnotis diri sendiri, power hipnotis atau kekuatan hipnotis dan lainnya.

Faktanya hipnotis sendiri sebagai sebuah kemampuan atau ketrampilan tentunya bersifat netral. Ia bisa menjadi jahat atau baik sesuai dengan penggunaannya. Bagi orang yang baik mungkin mereka akan melakukan hipnotis untuk kebaikan, contoh menghilangkan trauma seseorang. Di sisi lain bagi seorang penjahat hipnotis akan digunakan untuk memaksa orang lain agar memenuhi keinginannya.

Sesungguhnya saya tidak benar-benar tahu tentang apa itu hipnotis. Mungkin saja di dalam hipnotis itu sendiri ada banyak aliran. Mungkin ada aliran putih dan aliran hitam. Tapi sepanjang yang saya tahu banyak orang Islam yang menyamakan hipnotis dengan sihir. Jika memang ada kesamaan dalam rinsip-prinsip dasarnya, maka bisa dikatakan bahwa hipnotis adalah sama dengan sihir. Namun jika prinsip-prinsip dasarnya tidak sama tentu kita tidak bisa mengatakan bahwa hipnotis itu sama dengan sihir.  Karena saya tidak memiliki pengetahuan tentang kedua hal ini, maka saya tidak bisa menyimpulkan bahwa keduanya adalah sama.

Terlepas dari itu semua, pada kenyataannya hipnotis di Indonesia berkembang semakin luas, yang hal ini kemudian menjadi fenomena tersendiri. Kecenderungan bangsa ini pada hipnotis tentu dilatarbelakangi oleh faktor lain, misalnya tekanan hidup, keringnya jiwa dan lain sebagainya.

Mereka yang menjual hipnotis sebagai sebuah ketrampilan biasanya menyatakan bahwa hipnotis mampu menyelesaikan masalah tekanan hidup, stres sampai pada penyakit fisik. hal-hal tadi kemudian bisa memancing orang-orang untuk belajar hipnotis.

Adapaun bagi seoarang penjahat tentu saja motivasinya adalah berbeda, bukan untuk menjadikan hipnotis sebagai metode penyembuhan alternatif, namun untuk bisa memenuhi hawa nafsunya sendiri. demikianlah fenomena hipnotis di Indonesia.

Iklan